Makassar – Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Munafri Arifuddin menegaskan kesiapan pemerintah kota dalam menindaklanjuti seluruh arahan pemerintah pusat. Arahan tersebut mencakup mitigasi bencana serta pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
“Kami menyampaikan bahwa Pemkot Makassar siap mendukung penuh dan akan segera menindaklanjuti seluruh arahan pemerintah pusat,” ujarnya usai mengikuti Rakornas pusat dan daerah yang digelar secara virtual dan dipimpin Mendagri Tito Karnavian, Senin.

Langkah Cepat dan Terkoordinasi
Munafri menjelaskan bahwa setiap instruksi pusat akan ditindaklanjuti melalui konsolidasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Ia memastikan seluruh dinas teknis bergerak cepat, baik dalam pencegahan maupun respons layanan publik.
Upaya tersebut mencakup:
-
pemetaan wilayah rawan bencana,
-
pengamanan jalur transportasi,
-
stabilisasi harga dan ketersediaan pangan,
-
kesiapan fasilitas kesehatan,
-
penjagaan rumah ibadah dan ruang publik selama Nataru.
“Pemkot akan menjaga agar aktivitas masyarakat selama Natal dan Tahun Baru berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.
Arahan Mendagri: Waspada Bencana dan Lonjakan Mobilitas
Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa Rakornas menjadi langkah nasional untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi serta memastikan kesiapan daerah menghadapi momentum Nataru. Ia menyoroti dua bencana besar yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir sebagai pengingat pentingnya kesiapsiagaan daerah.
Tito juga mengingatkan bahwa mobilitas masyarakat saat Nataru sangat tinggi. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kemacetan, kelangkaan pangan, lonjakan kunjungan wisata, dan meningkatnya risiko keselamatan di ruang publik.
“Ini semua memerlukan sinergi. Tidak bisa bekerja sendiri. Setelah rapat ini daerah diminta segera melakukan konsolidasi bersama Forkopimda,” tegasnya.
Enam Pendekatan Strategis Polhukam
Wakil Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Lodewijk F. Paulus, memaparkan enam pendekatan strategis bagi daerah Mitigasi Bencana Makassar dalam menjaga stabilitas selama Nataru. Enam pendekatan tersebut meliputi:
-
Deteksi dini melalui patroli terpadu dan analisis intelijen.
-
Pengamanan yang humanis dan proporsional.
-
Kolaborasi lintas instansi.
-
Monitoring real-time berbasis data dan intelijen.
-
Respons cepat melalui posko terpadu 24 jam.
-
Komunikasi publik yang efektif.
Ia juga mengingatkan tentang potensi cuaca ekstrem seperti angin kencang, curah hujan tinggi, tanah longsor, gelombang pasang, dan dampak siklon tropis.
Arahan Prioritas Nasional
Lodewijk menyampaikan lima langkah Mitigasi Bencana Makassar prioritas nasional bagi daerah, yakni:
-
memperkuat soliditas Forkopimda,
-
menguatkan koordinasi antarinstansi,
-
menjaga kelancaran transportasi,
-
mengamankan tempat ibadah, pusat keramaian, pusat belanja, dan destinasi wisata,
-
menjaga stabilitas sosial dan ketertiban umum.