Agen Berita Makassar – Warga Pulau Kodingareng, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, dihebohkan dengan penemuan sebuah proyektil logam besar yang diduga merupakan peninggalan masa penjajahan Belanda atau Jepang.
Benda tersebut ditemukan oleh nelayan saat melakukan aktivitas di pesisir barat pulau pada Minggu (13/10/2025) sore.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3989942/original/008248100_1649473977-brimob.jpeg)
Menurut keterangan warga, proyektil tersebut berbentuk silinder memanjang dengan berat sekitar 15 kilogram dan memiliki permukaan berkarat. Dugaan awal menyebutkan benda itu merupakan peluru meriam yang sudah tertanam lama di dasar laut sebelum terbawa arus ke tepi pantai.
Baca Juga : Jukir Liar di Makassar Lempari Rumah Warga Pakai Batu gegara Tak Diberi Rokok
Baca artikel detiksulsel, “Jukir Liar di Makassar Lempari Rumah Warga Pakai Batu gegara Tak Diberi Rokok” selengkapnya https://www.detik.com/sulsel/makassar/d-8157256/jukir-liar-di-makassar-lempari-rumah-warga-pakai-batu-gegara-tak-diberi-rokok.
Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/
“Awalnya kami kira besi biasa, tapi setelah dilihat bentuknya mirip peluru besar. Kami langsung laporkan ke aparat kepolisian dan TNI AL,” kata Rafiuddin, salah satu warga yang menemukan benda tersebut.
Polisi dan TNI AL Turun Tangan
Setelah menerima laporan, aparat Polsek Ujung Tanah bersama personel TNI Angkatan Laut dari Lantamal VI Makassar langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan pengamanan area.
Benda tersebut kemudian dievakuasi dan diamankan di tempat khusus agar tidak membahayakan warga sekitar.
Kapolsek Ujung Tanah, AKP Andi Marzuki, membenarkan adanya penemuan tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim penjinak bahan peledak (Jihandak) Brimob Polda Sulsel.
“Benda tersebut sementara diamankan. Kami tidak bisa memastikan apakah masih aktif atau tidak sebelum dilakukan pemeriksaan oleh tim Jihandak,” ujar AKP Andi.
Dugaan Sisa Zaman Penjajahan
Dari hasil identifikasi awal, bentuk dan material proyektil tersebut menyerupai amunisi yang digunakan pada masa Perang Dunia II. Pulau Kodingareng memang dikenal memiliki jejak sejarah sebagai salah satu wilayah strategis pada masa penjajahan.
Seorang sejarawan lokal, Dr. Abdul Wahid, menjelaskan bahwa perairan Makassar pada masa kolonial Belanda sering digunakan sebagai jalur militer dan perdagangan. Tidak menutup kemungkinan proyektil itu merupakan sisa peninggalan perang laut.
“Beberapa catatan sejarah menunjukkan bahwa kapal-kapal perang Jepang dan Belanda pernah melintas dan bertempur di kawasan perairan sekitar Makassar, termasuk di sekitar Pulau Kodingareng,” jelas Abdul Wahid.
Warga Diminta Tidak Menyentuh Benda Serupa
Aparat mengimbau masyarakat untuk tidak menyentuh atau memindahkan benda mencurigakan yang ditemukan di sekitar pesisir. Hal ini untuk mencegah potensi ledakan atau bahaya lainnya jika benda tersebut masih aktif.
“Kami minta warga tetap tenang dan segera melapor jika menemukan benda serupa. Semua harus ditangani oleh pihak berwenang,” tegas Kapolsek.
Akan Diteliti Lebih Lanjut
Tim Jihandak Brimob Polda Sulsel rencananya akan melakukan pemeriksaan mendalam dan uji material untuk memastikan jenis dan kondisi proyektil tersebut. Hasil identifikasi akan diserahkan kepada pihak militer dan pemerintah daerah untuk tindak lanjut konservasi atau pemusnahan.
Sementara itu, Pemkot Makassar menyatakan akan berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) jika benda tersebut benar terbukti sebagai peninggalan sejarah.
“Kalau benar benda bersejarah, kami akan upayakan pelestarian di museum daerah,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Makassar, Nurhayati Hasan.